The Truth, Lies, and Live
Alkisah, disebuah negara mimpi tak tahu dimana, tapi jelas , dimana setiap orang bekerja keras sesuai dengan peranan masing-masing. Arsitek bekerja dengan gigih, membuat bangunan-bangunan indah, kokoh dan kuat. Para penambang bekerja tanpa henti menggelontorkan Bahan Bakar agar negeri itu tidak kekurangan energi.
Dengan segala sumber daya Alam yang dimiliki, negeri itu melimpah ruah dengan berbagai sumberdaya alam yang ada.
Namun ada satu kekurangan, presidennya takut sekali naik kapal terbang, hingga ia tidak pernah keluar dari negeri nya sendiri, untuk melihat keadaan kedaan negara tetangga, ia sudah merasa puas dan yakin kalau rakyatnya telah bahagia dan sejahtera, indikatornya adalah tidak ada Demonstrasi yang dilakukan rakyat pada dirinya, berarti rakyat cukup puas.
Padahal sesungguhnya (bila Presidennya mau ke luar negeri) banyak negara yang telah jauh melampaui keadaan yang ada di negerinya…
3 Responses for "Profesionalisme di Bawah Tempurung"
Kita demonstrasi saja gitu ?
Mkum…………….
Siapa bilang si presiden tidak terbang ke negeri tetangga, sebelum jadi presiden kerjaannya dia yah berkeliling dunia.
Mungkin sekarang ini si presiden sedang bingung kalau dulu sebelum jadi presiden (waktu jadi patih) dia yang mengatur segala hal dimana sang presiden mengatur strategi utk diimplemntasikan sekarang begitu jadi presiden bingung cari orang yang dulu seperti dia untuk jadi patihnya.
Leave a reply